Cara Budidaya Jangkrik Bagi Pemula Jaminan Sukses Dan Untung

0
176

Cara budidaya jangkrik bagi pemula – Mencari sebuah usaha rumahan memang gampang gampang susah. Karena selain harus memulai dari awal, mengawali sebuah usaha sendiri tentunya harus memiliki modal dibandingkan dengan mereka yang memilih untuk bekerja pada orang lain. namun, memang tak dipungkiri ada kepuasan tersendiri dari hasil usaha yang dibangun sendiri.

Cara budidaya jangkrik bagi pemula
Sumber gambar : jv.wikipedia.org

Apalagi jika usaha kita tersebut juga memberikan nafkah bagi orang lain. nah, untuk anda yang ingin memulai usaha sendiri namun memiliki modal yang tidak begitu besar ada suatu usaha yang bisa anda pilih yakni budidaya jangkrik.

Memang budidaya jangkrik ini hanya untuk memenuhi kebutuhan dari mereka yang memiliki peliharaan berupa burung. Tetapi jangan remehkan penghasilannya jika anda bisa menjalankan bisnis ini dengan baik. Bagi anda yang tertarik, berikut ini ada beberapa informasi penting tentang cara budidaya jangkrik bagi pemula yang bisa anda ikuti. Semoga bisa membantu.

Keuntungan Budidaya Jangkrik

Sebelum mengetahui cara budidaya jangkrik bagi pemula ada baiknya jika anda terebih dahulu mengerti apa keuntungan budidaya jangkrik ketimbang budidaya hewan atau serangga lainnya. Yang pertama adalah masa panen jangkrik sendiri. Siklus hidup jangkrik tergolong cepat, yakni hanya sekitar 2 hingga 4 minggu untuk memproduksi telur apabila akan ditujukan untuk mencari tepungnya sebagai pakan ikan atau burung.

Dengan demikian, pergerakan anda untuk membalikkan modal bisa terbilang cepat karena tidak membutuhkan waktu yang lama selama pemasaran dari hasil panen anda bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Memulai Budidaya Jangkrik

Sebelum memulai cara budidaya jangkrik bagi pemula, anda harus terlebih dahulu mengenal jenis jangkrik yang dibudidayakan. Jangkrik yang dibudidayakan tersebut terdiri dari dua jenis yakni Gryllus Mitratus yang memiliki ciri tubuh yakni wipositor yang lebih pendek dan yang kedua adalah Gryllus Testaclus dimana memiliki ciri tubuh berupa garis putih di dekat sayap. Memang terdapat banyak jenis jangkrik, namun kedua jenis inilah yang dianggap paling menguntungkan untuk diternakkan atau dibudidayakan.

Sedangkan untuk makanan yang bisa diberikan kepada jangkrik adlah ubi, singkong, dan sayuran serta dedaunan. Ada juga beberapa peternak jangkrik yang memiliki ramuan rahasia untuk meningkatkan kualitas jangkriknya seperti dengan menambahkan telur bekatul, tepung ikan, dan juga ketan hitam. Untuk pakan anakan jangkrik sendiri berbeda, yakni voor atau makanan ayam.

Setelah anda mengetahui jenis mana saja yang bisa dibudidayakan, saatnya kita memulai cara budidaya jangkrik bagi pemula:

  1. Menentukkan Lokasi

Sebelum anda memulai untuk mengembangbiakkan bibit jangkrik anda, anda harus menemukan lokasi yang pas untuk membangun kandang anda. Alasannya adalah jangkrik adalah serangga yang sangat sensitif dengan lingkungan sekitarnya seperti suara, tahu kan jangkrik itu bersuara untuk berkomunikasi?

Jadi cara budidaya jangkrik bagi pemula yang pertama adalah menemukan lokasi budidaya yang memiliki tips berikut ini:

  1. Jauh dari kebisingan, seperti jalan, pasar atau pemukiman yang ramai.
  2. Tempat yang teduh, tidak terlalu panas maupun dingin
  3. Terhindar dari sinar matahari langsung

Nah itulah beberapa tips untuk menemukan lokasi yang pas untuk memulai budidaya jangkrik anda.

  1. Persiapan Kandang

Setelah anda menemukan lokasi yang pas, cara budidaya jangkrik bagi pemula yang kedua adalah dengan mempersiapkan kandangnya. Hal yang perlu diingat oleh anda adalah jangkrik adalah binatang nocturnal atau binatang yang aktif di malam hari. oleh karena itu, sebisa mungkin buatlah suasana di sekitar kandang cukup teduh dan gelap, terutama tidak tersorot oleh lampu ketika malam hari.

Untuk pembuatan kandangnya anda bisa membuat kotak dengan ukuran tinggi 30 hingga 50 cm, lebar 60 hingga 100 cm dan panjang 120 hingga 200 cm. Pastikan anda memberikan setidaknya 4 kaki setinggi 30 cm.

Lapisi juga kaki kaki kandang tersebut dengan mangkuk berisi minyak goreng atau minyak tanah sehingga terhindar dari semut. Kemudian, agar jangkrik tidak memanjat kandangnya, akan lebih baik jika anda melapisi bagian dindingnya dengan menggunakan lakban dan salah satu sisinya menggunakan kain kasa untuk sirkulasi udara. Cara budidaya jangkrik bagi pemula ini penting agar jangkrik anda terjaga daur hidupnya.

Agar situasi kandang bisa mendekati ekosistem aslinya, anda bisa menambahkan lumpur dan juga tanaman tanaman seperti rumput di bagian luarnya. Jika kandang bisa mendekati kondisi seperti eksositemnya, maka dalam proses bertelur jangkrik akan menghasilkan lebih banyak telur.

  1. Memilih Indukan

Yang satu ini akan menjadi salah satu langkah penting apabila anda ingin menghasilkan hasil yang berkualitas. Berikut cara budidaya jangkrik bagi pemula dalam memilih indukan atau bibit.

Dalam memilih bibit atau indukan jangkrik, perhatikan ciri ciri umum serta ciri ciri khususnya untuk jangkrik jantan dan betina berikut:

Tubuh Besar

Pilihlah indukan dengan tubuh yang besar, dengan harapan hasil keturunan yang akan diperoleh juga memiliki sifat yang sama dengan indukannya yakni memiliki tubuh yang besar.

Antena Lengkap

Selain tubuh yang besar, pilihlah jangkrik yang memiliki antena lengkap. Meskipun ada kemungkinan antenna tersebut terputus bukan karena kecacatan, namun akan lebih baik jika anda memilih indukan yang tanpa cacat.

Berkilau

Ciri yang ketiga dalam cara budidaya jangkrik bagi pemula dalam memilih indukan adalah memilih tubuh yang memiliki kilauan tanpa cacat. Dengan demikian bisa diketahui bahwa indukan tersebut sehat dan bersih.

Fisik

Ada kondisi fisik tertentu yang harus dihindari ketika memilih indukan, yakni ketika jangkrik dipegang, bagian mulut dan perutnya mengeluarkan cairan. Hal itu bisa berarti bahwa jangkrik tersebut memiliki kualitas yang buruk.

Lincah

Salah satu ciri jangkrik yang sehat adalah lincah bergerak, melompat dan bahkan sulit ditangkap. Pilihlah indukan dengan ciri demikian.

Ciri khusus

Indukan Jantan

Untuk indukan jantan, pilihlah indukan jantan yang memiliki ciri umum diatas dan ciri khusus berupa sayap yang kasar dan bergelombang. Selain itu, yang menunjukkan ciri sehat dari seekor jangkrik jantan adalah mereka selalu mengeluarkan suara mengerik.

Indukan Betina

Untuk indukan betina, pilihlah yang memiliki ciri umum dengan beberapa ciri khusus seperti bagian sayap atau bagian punggung yang halus.

Perawatan

Selanjutnya untuk cara budidaya jangkrik bagi pemula dalam hal perawatan terbagi menjadi beberapa bagian yakni sebagai berikut ini

Kontrol Setiap Waktu

Hal hal yang perlu dikontrol di kandang adalah kelembapan udaranya, makanannya, jangkrik yang akan bertelur. Untuk jangkrik yang sedang akan bertelur dapat menetaskan 80 hingga 90 persen telurnya apabila diberikan kebutuhan makanan yang cukup. Sedangkan jangkrik yang baru saja menetas harus diperhatikan lebih agar tidak kekurangan makanan karena jangkrik bisa menjadi kanibal apabila kekurangan makanan.

Pemeliharaan Kandang

Pastikan kandang tetap terjaga kelembapannya, tetap terlindung dari predator dan juga apabila ada jangkrik yang mati segera dikeluarkan. Apabila ada jangkrik yang terlihat tidak sehat, maka segera pisahkan dari koloni.

Panen

Cara budidaya jangkrik bagi pemula yang terakhir adalah panen. Panen bisa dilakukan untuk jangkrik maupun telurnya bagi peternak lainnya. Untuk jangkriknya sendiri bisa dijual mulai pada umur 40 – 55 hari atau ketika sudah mulai tumbuh sayap pada tubuhnya. Untuk menjual telurnya bisa disaring dari sarangnya dan diletakkan pada lapisan kuning telur pada selembar kain.

Itulah kiat kiat ringkas Cara budidaya jangkrik bagi pemula yang harus anda perhatikan, semoga artikel diatas bermanfaat.

LEAVE A REPLY