CEO Blanja.com Tanggapi Wacana Pemerintah Pungut Pajak E-Commerce

Pajak E-Commerce – Wacana pemerintah untuk melakukan pengutan pajak dari e-commerce belum menemui titik terang terkait bagaimana skema pungutannya.

Aulia Ersyah Marinto CEO blanja.com mengatakan, penerimaan negara melalui sektor perpajakan harus ditingkatkan, sebagai pelaku usaha saya mengapresiasi semangat pemerintah dalam meningkatkan pendapatan pajaknya .

CEO Blanja.com Tanggapi Wacana Pemerintah Pungut Pajak E-Commerce
Image : 1and1.com

Kendati demikian, pihaknya mengusulkan pungutan pajak terhadap e-commerce harus dilakukan secara adil dan bukan hanya membidik pelaku usaha di pasar online atau marketplace saja.

“Dia harus diberlakukan untuk e-commerce platform, market place dan media lain. Media lain itu seperti sosial media. Para penjual akan pindah ke sosial media, kalau tak Tak ada yang menjual di e-commerce.

Pihaknya menyayangkan bila pungutan pajak cuma dikenakan kepada pelaku usaha yang masuk di dalam lingkup e-commerce, hengkangnya pelaku usaha yang menjual produknya melewati e-commerce bisa diakibatkan oleh perihal ini.

“Lantas bagaimana investasi kami yang telah terlanjur besar, bagaimana?” ungkapnya.

Kalau pengenaan pajak hanya dilakukan kepada pelaku usaha di e-commrce, maka jualan di media sosial akan digunakan untuk menghindari pajak.

“Ini akan membuat si e-commerce-nya mati. Lantaran si seller-nya (penjual) bakal pindah ke sosial media yang tak terjangkau oleh aturan itu. Dia bakal bilang, lebih bagus menjual di sosial media saja, dari pada aku ikutan di e-commerce,” papar Aulia yang juga menjadi Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association.

Pihaknya bukan tak mendukung aturan perpajakan e-commerce, adanya dialog atau pembahasan dengan pelaku usaha e-commerce bersama-sama segera di wujudkan, bersama dengan pihak otoritas pajak dan pemerintah.

Jika diberlakukan sepihak, tetap saya harapkan, dengan pemerintah ada dialog dulu. Sebelum ada kesepakatan yang baik,  jangan diberlakukan dulu

Baca juga :  Peluang Usaha Kerajinan Kayu Bekas Omzet Rp 300 Juta/Bulan

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiaseteadi memberikan sedikit kepastian terkait waktu tentunya penerbitan aturan pajak e-commerce.

“Mudah-mudahan ya (bulan ini keluar aturannya). Kalau bisa, minggu depan lah

Sementara Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berjanji, aturan itu akan mengatur berbagi aspek. salah satu yang paling krusial yakni berkaitan dengan tata cara pembayaran pajak e-commerce. sumber: kompas.com

SHARE
Founder sekaligus content admin Siap Bisnis. Tertarik dengan dunia teknologi, startup dan science. Kebahagiaan terbesar adalah ketika bisa berbagi dan memberikan solusi untuk sesuatu yang bermanfaat.

LEAVE A REPLY