Menyesap Aura Magis Dari Air terjun Madakaripura

0
561

Air terjun Madakaripura, menjejalkan kaki di dalamnya dan Anda tak akan lepas menyadari betapa magis dan megahnya air terjun yang konon merupakan air terjun tertinggi di Jawa ini. Pesona dari salah satu destinasi wisata alternatif dalam kunjungan wisata Bromo Anda ini tak akan lekang dari benak Anda, karena Anda sudah terbius habis oleh aura magis yang terpancar kuat di dalamnya.

Menyesap Aura Magis Dari Air terjun Madakaripura
Menyesap Aura Magis Dari Air terjun Madakaripura

Aura magis ini bukan datang dari kisah perjalanan masa lalu dari air terjun Madakaripura. Meski di masa lalu air terjun ini diidentikan dengan kisah perjuangan Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara dalam kekuatan Majapahit. Konon diyakini di masa lampau, Gajah Mada kerap melakukan tapa di sebuah gua kecil di sisi air terjun. Proses tapanya di sini inilah yang membantunya mencapai kekuatan yang mampu membantunya menyatukan Nusantara.

Baca juga : Menyusur Jalur Alternatif Nan Eksotis Menuju Pantai Jogan Wonosari

Tirai hujan, itulah sisi magis dari air terjun Madakaripura ini. Mungkin untuk bisa memahami bagaimana aura magis yang begitu merasuk ini bisa muncul, kita mulai dari bagaimana kita bisa mencapai air terjun eksotis ini dari pusat wisata Bromo.

Karena berada dalam satu kompleks dengan kawasan wisata Bromo, maka untuk menuju lokasi, biasanya pengunjung akan mengambil jalur perjalanan yang sama dengan arah Bromo. Dari arah Surabaya akan memakan wkatu sekitar 3 jam perjalanan menuju area Probolinggo.

Begitu tiba di daerah dengan nama Tongas, Probolinggo, Anda akan menjumpai sebuah pertigaan dengan tanda petunjuk arah Bromo dan Air terjun Madakaripura. Anda bisa ambil kanan sesuai dengan petunjuk jalan, sampai Anda menemukan petunjuk jalan lain mengarah ke air terjun Madakaripura dengan memasuki jalan ke kanan yang relatif kecil dan sempit. Ikuti jalan ini dan Anda akan menemukan pintu gerbang dari air terjun Madakaripura.

Untuk mencapai air terjun, Anda masih harus berjalan kaki menyusuri lereng bukit sekitar20 menit. Kadang menyebrangi sungai kecil dan jalan berbatu. Tak jauh sebenarnya dan relatif tidak sulit, sudah tersedia fasilitas memadai untuk perjalanan Anda. Jadi cukup nyaman untuk Anda yang tidak terbiasa hiking dan trekking. Dan perjalanan Anda bermuara pada sebuah patung patih Gajah Mada yang berdiri tegak di muka area air terjun.

Dari sini Anda akan meniti celah tebing dan beberapa kali menemukan celah dengan tirai hujan atau lapisan tipis air terjun yang turun layaknya hujan. Itu sebabnya memasuki area air terjun Anda sebaiknya mengenakan jas hujan dan menyimpan barang bawaan Anda dalam wadah kedap air.

Tirai hujan di sini membuat Anda seakan sedang menyibak lapisan kamar demi kamar untuk mencapai ruang utama. Tirai ini tak ubahnya gerbang baru dari satu lapisan kamar sebelum Anda tiba di ruang utama dari air terjun Madakaripura.

Dan setelah sedikit berjuang menghindar dari gelincir batuan licin, lumut dan tetesan air tirai hujan, saatnya Anda berdiri di dalam sebuah lorong tinggi setinggi 200 meter berdinding batuan karst yang berlumut. Dari puncaknya dan dari celah-celah dinding lorong muncul air terjun yang menyemburat halus. Menuruni tebing tinggi ini sampai jatuh di telaga kecil tepat di bawah lorong. Ada bias sinar matahari yang muncul menerpa tetesan air dari lubang yang ada di atas lorong.

Semua perpaduan ini, air terjun yang memercik lembut dari antara celah bebatuan, cahaya matahari yang menyeruak dari ujung lorong dan efek biasnya yang memasuki lorong lengkap dengan nuansa dingin berkabut yang menyelimuti lorong. Anda tak akan mengingkari bagaimana Anda bisa merasakan nuansa magis merasuk begitu saja dalam benak Anda.

Di sisi lain dari tebing Anda bisa menjumpai sebuah lorong yang berujung sebuah goa kecil yang berdinding batuan karst. Kelembaban dalam goa cukup tinggi sehingga di beberapa sisi dinding berlapis lumut halus. Konon di masa lalu, di sinilah Gajah Mada melakukan laku bertapa dan mendapat wangsit dalam menyatukan Nusantara. Malah diyakini di sini pulalah Gajah Mada mengalami Moksa atau hilangnya jiwa dan raga menyatu dengan kahyangan.

Inilah yang menjadi alasan Anda harus menyempatkan diri bertandang ke air terjun Madakaripura ketika Anda datang ke kawasan Bromo. Tak lengkap rasanya perjalanan wisata Bromo Anda tanpa sempat menjejakan kaki di depan lorong air terjun magis ini.

Sumber gambar: www.malangonline.com

LEAVE A REPLY