Kisah Sukses Usaha Modal Kecil Menguntungkan Dengan Modifikasi Kue Cubit

Usaha modal kecil menguntungkan Dalam kesempatan sebelumnya kami sudah sempat mengulas bagaimana popularitas kue cubit dalam beberapa waktu belakangan ini kembali naik daun berkat upaya beberapa pelaku usaha yang kembali mengangkat penganan masa kecil ini ke masyarakat modern.

Kisah Sukses Usaha Modal Kecil Menguntungkan Dengan Modifikasi Kue Cubit
Image : cookpad.com

Dengan usaha modal kecil menguntungkan ini, para pelaku usaha kue cubit modern tak hanya mengembalikan popularitas kue cubit ke tengah masyarakat, tetapi menghadirkan kue cubit yang lebih modern dengan konsep kue cubit modifikasi aneka rasa dan topping sehingga sesuai dengan selera masyakarat modern sekarang.

Dan berkat kreatifitas mereka pula, kini mereka mencicipi sukses besar dengan keuntungan berlimpah dari sekedar usaha kue cubit.

Sekedar kue cubit, kami mengatakannya demikian karena sebenarnya kue cubit ini bukan penganan yang sulit dibuat, bahan bakunya juga mudah di dapat dengan harga yang murah meriah.

Tetapi berkat kreatifitas mereka, kue cubit ini menjelma menjadi kue dengan rasa-rasa modern seperti red velvet, green tea, moka, bubble gum dan beberapa rasa unik lain. Dilengkapi dengan topping unik macam taburan oreo, keju, nutella, toblerone dan lain sebagainya.

Dengan ragam rasa dan topping macam ini, serta ukuran kue cubit yang juga relatif besar, tak heran kalau satu kuenya biasanya para penjual ini membandrol hingga lebih dari 10.000.

Meski dijual mahal, tentu saja pasar tetap mampu menyerap karena kue disajikan secara modern dengan kemasan yang lebih mewah dan sesuai dengan target pasar.

Berbekal ide kreatif ini banyak pelaku usaha kue cubit yang membuktikan merkea bisa meraih sukses besar dari usaha modal kecil menguntungkan ini. Berikut beberapa kisah suksesnya kami sajikan khusus untuk Anda.

Yang pertama adalah tiga orang wanita muda asal Bogor yang memulai bisnis kecilnya sejak mereka masih kuliah, Ajeng Yuliani Pratiwi, Anggunia Fitri, dan Widasari Ayu. Usaha kue cubit milik mereka diberi nama Cubit Bitten.

Pada awalnya mereka hanya membuka usaha di kota Bogor dengan modal awal 5 juta untuk membeli semua peralatan berikut dengan gerai penjualan mereka. Berawal dari usaha kecil-kecilan, dan hanya mampu menjual sampai beberapa puluh buah saja.

Akhirnya kini dalam satu hari ketiga sahabat ini sukses menjual sampai 125 porsi perharinya. Dengan harga jual relatif tinggi sampai 13 ribu untuk rasa dan topping termahalnya, kini dalam satu bulan ketiga sukses mengeruk omset hingga 28 juta.

Kini ketiga juga sudah membuka satu gerai lagi di kota Jakarta karena banyaknya permintaan dari konsumen asal Jakarta.

Kisah sukses kedua datang dari kota Yogya. Seorang wanita muda bernama Fadhilah Akbar ini awalnya memang terinspirasi oleh usaha kue cubit yang dibuka di kota Bogor. Sebagai penggemar kue ini di masa kecil, sangat menarik baginya menghadirkan kembali kue cubit di kota Pelajar.

Dengan modal peralatan memasak kue yang dimiliki dan uang sekitar 400 ribu, Dhila mulai membuka usaha kue cubitnya pertama kali di tahun 2014. Sangat di luar dugaan di hari pertama usahanya, Dhila sukses menjual kue cubit rasa originalnya dari 4 kg tepung dalam satu hari.

Baca juga : Lezatnya Peluang Usaha Murah Dengan Bisnis Mini Burger

Melihat pasar menyambutnya dengan baik, Dhila mulai mencari pasar potensial untuk kue cubit buatannya. Dan memilih lokasi pasar Sunday morning di kawasan kompleks kampus UGM setiap minggu pagi. Awalnya memang sambutannya tak sesuai harapan.

Tetapi Dhila tak patah arang. Wanita ini malah terus mempopulerkan ide kue cubit ini dengan beberapa cara termasuk dengan media social, berbagai festival kuliner yang memang belakangan banyak diselenggarakan di kota Yogya dan mengisi beberapa slot pameran yang juga setiap bulan selalu dibuka di kota Yogya ini.

Baca juga : Bisnis Rumahan Yang Menguntungkan

Kini dalam satu hari, beliau sukses menjual setidaknya sekitar 1250 kue cubit untuk tiap harinya. Dengan harga kisaran 8000 untuk tiap 5 kue cubit buatannya, Dhila memang sengaja dijual dengan harga lebih murah dari harga penjaja lain mengingat daya beli lokal yang relatif rendah.

Dari usaha modal kecil menguntungkan ini, Dhila sukses menghasilkan omset tak kurang dari 2 juta tiap harinya dengan keuntungan mencapai 70% dari total omset. Bukan hasil yang kecil dari usaha kue sederhana bermodal kecil kan?