Ini Dia Ide Bisnis Kreatif Potensial, Usaha Outdoor Traveling Dengan Omset 300 Juta

Ini Dia Ide Bisnis Kreatif Potensial, Usaha Outdoor Traveling Dengan Omset 300 Juta
Ini Dia Ide Bisnis Kreatif Potensial, Usaha Outdoor Traveling Dengan Omset 300 Juta

Ide bisnis kreatif satu ini mungkin bukan jenis bisnis yang cocok dijalankan oleh semua orang. Karena diperlukan kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan mencukupi soal aktivitas outdoor traveling untuk mendukung aktivitas usaha jasa ini.

Tapi menariknya, ide bisnis kreatif ini bisa jadi Anda awali tanpa mutlak membutuhkan modal besar, kecuali pengalaman dan jam terbang tinggi dalam aktivitas penjelajahan alam, termasuk mengarungi rangkaian sungai, pendakian gunung dan berbagai aktivitas alam lain.

Kami akan mencoba mengulas satu usaha yang sudah menekuni bidang usaha yang terbilang masih langka dan tidak terlalu ketat persaingannya ini.  ide bisnis kreatif ini diawali oleh seorang pria muda yang memang sudah menekuni dunia pendakian dan pecinta alam sejak usianya masih belasan tahun. Saking gemarnya dengan dunia wild traveling, bahkan pria dengan nama Adi Setiadi sudah menginjakan kakinya di seluruh gunung kawasan Jawa dan Sumater serta beberapa gunung lain di luar kedua pulau tadi.

Pengalaman dan jam terbangnya yang tinggi membuat dirinya sering dirujuk oleh para rekan pendaki pemula untuk konsultasi. Melihat tingginya minat kalangan pemula untuk mendaki namun sayangnya mereka masih minim pengalaman membuat Adi mencetuskan ide kreatifnya dengan membangun usaha jasa outdoor traveling dan memulai idenya ini pada tahun 2011.

Awalnya , Adi hanya fokus pada ide bisnis kreatif jasa trip pendakian saja. Menyediakan paket perjalanan wisata alam untuk grup di berbagai kawasan wisata alam seperti gunung, sungai hingga perjalanan ke pulau-pulau wisata di Indonesia. Namun seiring dengan waktu usahanya berkembang pesat dan Adi mulai menyiapkan sendiri beragam peralatan untuk aktivitas outing. Kini Adi juga menyewakan peralatan aktivitas wisata alam untuk para traveler mandiri.

Adi memasang tariff yang juga terbilang cukup terjangkau untuk sebuah jasa trip wisata alam yang sebenarnya sarat resiko. Harga yang dipasang antara 85 ribu sampai 200 ribuan perorang untuk trip grup. Biasanya perbedaan tariff bergantung pada lokasi tujuan, resiko di lokasi, lama trip dan tentu saja jumlah anggota grup.

Adi juga melayani pesanan trip untuk perusahaan dengan jumlah di atas 100 peserta. Biasanya karena trip massal, justru Adi bisa mengeruk hasil lebih besar karena banyak pos biaya bisa Adi tekan lebih baik. Namun aktivitas trip company macam ini terbilang tidak banyak. Malah seringkali Adi mendapat pesanan trip private yang sekali trip bisa dikenaka biaya 5 jutaan atau lebih.

Dari berbagai jenis layanan jasa trip wisata alam yang dijalankan Adi, setiap bulannya Adi bisa mengantarkan 200an orang perjalanan ke berbagai kawasan wisata di seluruh Indonesia. Malah kadang di beberapa waktu seperti musim liburan dan masa summer di daratan Eropa permintaan trip bisa meningkat sampai 3 kali lipat. Kebanyakan konsumen memang datang dari pasar lokal kalangan kelas menengah ke atas dan para turis asing.

Jangan kaget bila usaha yang dijalankan oleh sarjana IT Universitas Indonesia ini bisa mencapai angka rata rata omset bulanan sebesar 200juta sampai 300 jutaan. Ini belum ledakan omset yang dia catatkan di musim liburan.

Menariknya, selama ini Adi mengaku tidak banyak mengeluarkan budget besar untuk promosi dan pemasaran. Pada awal Adi merealisasikan ide bisnis kreatifnya ini, Adi hanya mengandalkan rekan-rekannya sesama pecinta alam, adik tingkatnya di club pecinta alam di kampus dan SMA sampai beberapa rekan kerjanya. Sebelum Adi menjalankan usahanya ini Adi juga sempat bekerja I perusahaan nasional sebagai tenaga IT.

Sejalan dengan perkembangan usaha, Adi dengan modal pengetahuannya dibidang IT, mengembangkan sendiri promosinya via internet dengan membuat sendiri situs usahanya yang beri nama wisatagunung.com. Adi sendiri juga masih turun tangan dalam melayani pertanyaan dan permintaan trip yang datang melalui situsnya.

Adi memang type orang yang tidak bisa duduk manis dalam mengelola usahanya, sampai sekarang meski usahanya sudah semakin maju dan sudah memiliki belasan tenaga kerja, Adi masih turun tangan ke lapangan termasuk mengawal perjalanan.

Bagi Adi, ide bisnis kreatif yang dia kembangkan ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan baginya, tetapi sebuah wadah bagi hobi dan kecintaannya pada aktivitas wisata alam. Jadi jangan harap Adi akan menjadi penonton dari aktivitas usahanya sendiri dan mungkin itulah kelebihan dari bisnis kreatifnya ini.-Tim Siap Bisnis-