Teknik Dasar Memahami Fermentasi Pakan Kambing

Salah kendala dalam menjalankan ternak kambing adalah kecukupan pakan. Karena kadang ketika musim kering tidak mudah menemukan rumput dan pakan hijau yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Dari sanalah muncul ide untuk membuat makanan cadangan dengan teknik fermentasi pakan kambing.

Teknik Dasar Memahami Fermentasi Pakan Kambing
Teknik Dasar Memahami Fermentasi Pakan Kambing

Metode pembuatan makanan cadangan macam ini akan sangat membantu usaha ternak. Tak hanya karena cara ini akan meringankan kesulitan Anda dalam menemukan pakan untuk ternak di musim kering. Tetapi juga karena dengan menyediakan pakan sekaligus banyak dan siap disimpan dalam jangka panjang Anda tak akan lagi dibuat ribet untuk mencari pakan setiap hari.

Baca juga : Teknik Usaha Budidaya Ternak Kambing Gibas

Tak dapat dipungkiri bukan untuk tiap hari harus mencari rumput demi memenuhi kebutuhan pakan bisa dibilang sangat menyita waktu dan tenaga. Seandainya ada cara lain yang lebih efektif dan membantu Anda lebih efisien dengan waktu bukankah lebih baik?

Cara sederhana ini adalah dengan menggunakan sistem pakan fermentasi. Dengan fermentasi pakan kambing, Anda bisa menyimpan pakan dalam waktu setidaknya 1 tahun. Pakan hasil fermentasi sendiri mengandung nutrisi lebih baik dan lebih mudah pula untuk dicerna kambing. Sehingga nilai nutrisi dalam pakan bisa lebih optimal diserap oleh kambing. Ini sangat efektif untuk membantu kambing meningkatkan berat badannya. Juga baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas air susunya.

Bagaimana sebenarnya cara membuat fermentasi pakan kambing yang tepat? Inilah beberapa panduan yang bisa Anda coba tiru dalam usaha ternak Anda.

  1. Bahan baku
    Ada banyak pilihan bahan baku dalam membuat fermentasi pakan kambing, kebanyakan berasal dari jenis tanaman hijau yang sesuai dengan selera dan pola makan kambing. Misalkan saja jerami kering yang sudah dilayukan, pelepah pisang atau aneka ragam dedaunan. Biasanya untuk memudahkan proses fermentasi dan memudahkan pula bagi kambing untuk menikmati hidangan mereka, dedaunan ini dicacah kasar. Kadang untuk hasil nutrisi yang lebih baik Anda bisa tambahkan kacang-kacangan jagung, atau malah kulit kacang dan bongol jagungnya sekalian.
  2. Bahan katalisator
    Bahan ini sifatnya sebagai katalisator proses fermentasi atau dengan bahasa sederhananya adalah makanan yang disediakan untuk pertumbuhan mikroba fermentasi. Biasanya mereka menggunakan air tetes tebu, larutan gula, ampas tahu atau malah urea larut.
  3. Bahan probiotik
    Bahan ini ditambahkan untuk membantu menghadirkan biota penyebab fermentasi. Tanpa probiotik Anda tidak akan mampu mendapatkan proses fermentasi sesuai harapan. Anda bisa menggunakan beragam merek dagang dan beragam model probiotik yang bisa Anda jumpai di berbagai toko pertanian. Sebut saja ragi tape, ragi daun macam Viterna, Starbio, Starbioplus, EM-4 atau bahan sejenis lainnya.
  4. Pembuatan
    Untuk membuat fermentasi pakan kambing, yang perlu Anda lakukan adalah mencampurrata tiga bahan tadi secara merata dalam komposisi yang sesuai misalkan dalam kompisisi sebagai berikut :

    1 ton jerami membutuhkan urea 6 kg dan probiotik sekitar 5 kg
    Kemudian tumpuk secara merata dengan ketinggian sekitar 1, 5 meter dan didiamkan dalam ruangan yang tidak terlalu banyak mendapat paparan matahari selama 21 hari tanpa di bolak balik dan diaduk.
  5. Hasil pembuatan
    Biasanya hasil akhir dari proses fermentasi pakan kambing adalah dedaunan yang berselimut lapisan keabuan yang lembut. Daun juga terasa lembab dan lebih lembut ketika Anda sentuh. Hasil fermentasi akan menyerbakan aroma harum yang khas.

Bila Anda sudah mendapatkan hasil dari proses fermentasi pakan kambing, kini saat nya untuk melakukan penyimpanan. Anda juga perlu cermat dalam menyiapkan ruang simpan bagi pakan fermentasi atau proses pembusukan berlanjut dan merusak tekstur serta nutrisi dari daun dan jerami fermentasi ini.

Biasanya untuk penyimpanan, pakan ini dibiarkan terurai dalam sudut ruang yang sudah Anda pastikan kondisinya tidak lembab, tidak terpapar matahari dan tidak tersentuh air. Bila dibiarkan terurai dan tidak tertumpuk rapat tak ada bagian dari pakan yang lembab berlebihan dan membantu mencegah proses penjamuran berlebihan yang justru berbahaya bagi kambing.

Kini Anda bisa melakukan penghematan waktu, tenaga dan biaya untuk usaha ternak kambing Anda cukup dengan membuat fermentasi pakan kambing. Dan jangan lupa soal hasil panen yang dipastikan akan lebih memuaskan karena optimalnya penyerapan nutrisi makanan.

Sumber gambar : jualansapi.com

Pencarian Terkait :

cara membuat fermentasi pakan kambing cara menyipan ya, fermentasi pakan kambing dengan ragi, jangka simpan pakan kambing fermentasi, merek probiotik untuk kambing, penyimpanan pakanan ternak jgka panjang, teknik penyimpanan pakan kamb