Baca Juga :

Proposal Usaha – Membuka suatu peluang usaha seringkali memang diawali dengan modal sendiri. Namun, sebenarnya ada juga beberapa cara untuk mendapatkan modal seperti salah satunya dengan membuat proposal usaha. Proposal usaha ini bisa kita masukkan ke koperasi, pihak pemodal bahkan juga bank sekalipun bila usaha tersebut berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar.

Contoh Proposal Usaha Lengkap

Hanya saja, kita juga perlu memahami bagaimana cara membuat proposal usaha yang lengkap dan baik dari strukturnya hingga informasi yang dibutuhkan oleh pemodal nantinya. Karena dari situlah nantinya pemberi modal akan mempertimbangkan apakah usaha yang kita upayakan layak untuk dikembangkan. Lebih lengkapnya, pahami ulasan berikut ini.

Struktur Proposal Usaha

Sebelum melihat contoh proposal usaha yang lengkap, kita harus memahami terlebih dahulu bagaimana struktur proposal usaha. Ada banyak perbedaan antara struktur proposal usaha dengan struktur proposal untuk tujuan lainnya. Berikut poin penting yang harus ada dalam struktur proposal usaha.

  • Judul Proposal

Judul proposal adalah struktur paling atas dalam proposal usaha. Bisa dibilang judul proposal ini menjadi kesan pertama yang tidak kalah penting dalam struktur proposal usaha karena pemberi modal bisa saja tertarik dengan jenis usaha Anda yang bisa saja berpotensi layak bila dilihat dari judulnya saja. Oleh karena itu, berikan judul yang mudah dimengerti.

Tips lain yang bisa Anda coba dalam mencari judul proposal adalah ada baiknya judul tersebut tidak mengandung banyak kata. Hal itu ditujukan agar nantinya pembaca atau calon pemberi modal penasaran dengan isi proposal Anda. Anda bisa menjelaskan secara detail mengenai apa nama usaha Anda hingga lokasinya pada isi proposal, tidak pada judul.

  • Target Pasar

Target pasar bisa dibilang menjadi penjelasan mengenai pengaplikasian atau penjabaran dari bisnis Anda ke ke depan nantinya. Karena tidak realistis jika Anda memikirkam suatu usaha tanpa membutuhkan pasar mana yang akan menjadi targetnya. Akan semakin baik pula bila Anda sudah melakukan survey sederhana sebagai data pendukung Anda.

Dalam bagian ini, boleh jika Anda juga memaparkan secara detail mengenai target pasar atau target konsumen Anda mulai dari Sasaran Konsumen, Wilayah Pemasaran hingga Konsep Pemasaran dari usaha Anda. Pasalnya target pasar ini merupakan garis besar bagaimana Anda membangun pondasi usaha kedepannya yang perlu dipahami oleh pembaca.

  • Strategi Pemasaran

Langkah berikutnya dari struktur proposal usaha adalah strategi pemasaran yang Anda tawarkan untuk usaha Anda tersebut. Apabila Anda sebelumnya juga sudah memiliki data dari hasil survey maka langkah ini akan lebih mudah. Seperti misalnya target pasar Anda adalah anak muda, maka Anda bisa menggunakan strategi kekinian melalui sosial media.

Tidak hanya mengandalkan sosial media, untuk strategi pemasaran yang sederhana dari mulut ke mulut pun bisa menjadi pilihan yang tepat bila itu sesuai dengan target pasar Anda. Maka dari itulah, anda perlu belajar banyak strategi pemasaran yang bisa diterapkan untuk membangun usaha Anda.

  • Biaya Yang Dibutuhkan

Selain 3 bagian diatas, hal yang tidak kalah penting lainnya yang perlu Anda lampirkan adalah biaya yang dibutuhkan. Semakin Anda menampilkan biaya yang mendekati kenyataan atau fakta, maka akan semakin realistis pula data Anda dan ini bisa lebih meyakinkan pihak pemberi modal untuk mencairkan dananya untuk Anda.

Biaya yang dibutuhkan umumnya terdiri dari tiga hal yakni biaya modal seperti alat dan prasarana, biaya operasional hingga simulasi keuntungan yang didapat dalam jangka waktu tertentu. Intinya gambarkan dengan jelas biaya tersebut.

  • Analisa SWOT

Hal terakhir yang juga wajib dilampirkan adalah SWOT atau yang merupakan singkatan dari Strength atau Kekuatan, Weakness atau Kelemahan, Opportunity atau Peluang dan yang terakhir adalah Threats atau Ancaman. Keberadaan analisis SWOT ini memberikan gambaran pada pemberi modal bahwa Anda memahami seluk beluk bisnis Anda.

Strength, Anda tentu harus memahami mengapa bisnis atau usaha ini layak untuk diperjuangkan dan layak untuk diberikan modal. Disinilah Anda menggambarkan bagaimana bisnis Anda berkembang termasuk bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, cari tahu kekuatan bisnis Anda baik-baik.

Weakness. Selain kekuatan, pastinya kita juga memiliki kelemahan. Hal yang sama juga mungkin ada pada produk Anda, seperti mungkin produk terlalu mahal bahan dasarnya, terlalu ringkih atau waktu produksi yang lama. Pahami kelemahan usaha atau bisnis Anda untuk mengembangkan bisnis kedepannya. Jadi, jangan sembunyikan ini dari pemodal.

Opportunity atau kesempatan sangat terkait dengan poin B dan C yakni bagaimana Anda menemukan target pasar Anda dan bagaimana strategi pemasaran Anda. Apakah hal tersebut dapat memunculkan Opportunity atau kesempatan? Anda mungkin bisa dibantu dengan survey yang menghasilkan data yang lebih real dan informasikan hal itu dengan baik.

Threats atau ancaman bisa Anda anggap sebagai tantangan dalam bisnis Anda sekarang atau kelak. Ancaman ini juga bisa berupa pesaing dari usaha atau bisnis Anda yang memiliki produk serupa. Oleh karena itulah, penting bagi Anda untuk semakin menajamkan kelebihan atau kekuatan bisnis Anda agar dapat bersaing.

Fungsi Proposal Usaha

Dengan memahami struktur proposal usaha diatas, diharapkan para pelaku bisnis baru yang juga sering disebut dengan start up mampu membantu dalam mengembangkan dan juga menguji strategi yang diharapkan. Termasuk juga agar dapat membantu pelaku bisnis untuk berpikir kritis dan juga obyektif terhadap bidang usaha yang akan digelutinya.

Sedangkan untuk tujuannya, proposal usaha dapat bermanfaat untuk menarik minat pembaca yang dalam hal ini adalah calon pemodal sehingga berkeingingan untuk menjalin kerjasama yang sesuai dengan tujuan pembuat proposal.

Contoh Proposal Usaha Singkat

Seiring dengan berjalannya waktu, stuktur proposal usaha semakin simpel dan juga semakin praktis. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar proposal tersebut cepat untuk dipahami pembaca atau calon pemodal. Berikut strukturnya:

  • Judul Proposal

Tuliskan judul proposal yang singkat dan juga mudah dipahami seperti Proposal Usaha Laundry Kilat, Proposal Usaha Rumah Makan, dsb.

  • Target Pasar

Tuliskan dengan jelas dan lengkap siapa target pasar Anda. Semisal Anda membuat Proposal Usaha Laundry Kilat maka target pasar Anda bisa berupa warga kompleks perumahan sekitar Anda atau kos-kosan di sekitar lokasi laundry tersebut berada.

  • Strategi Pemasaran

Untuk strategi pemasaran bisa Anda bagi menjadi beberapa cara seperti dari mulut ke mulut, penyebaran pamflet atau selebaran hingga melalui promo apabila Anda menganggarkannya dalam modal.

  • Biaya Yang Dibutuhkan

Selanjutnya, tuliskan juga biaya yang Anda butuhkan mulai dari membangun usaha Anda, biaya harian atau biaya operasi termasuk juga berapa keuntungan yang bisa Anda dapat hingga kemungkinan kerugian yang Anda dapatkan. Proyeksikan dengan baik dan real.

  • SWOT

Untuk bagian SWOT, Anda bisa melakukan dua cara yakni yang pertama adalah hasil analisa dan pemahaman Anda sendiri serta yang kedua bisa berupa hasil survey pendapat dari pihak lain. Tampilkan secara mendetail sehingga dapat memberikan gambaran apakah usaha Anda ini layak atau tidak untuk didukung.

Contoh Proposal Usaha Jasa

Jasa Cuci Sepatu

Proposal Jasa Cuci Sepatu

  • Target Pasar

a) Sasaran Konsumen

Sepatu adalah salah satu bagian dari busana yang kita kenakan setiap harinya baik itu dalam konsep busana formal seperti sepatu kulit atau pantopel maupun dalam konsep busana santai seperti sepatu kets atau yang lainnya. Namun, karena kesibukan seringkali kita jarang memiliki waktu untuk mencuci sepatu, karena tentu saja mencuci sepatu bisa saja berbeda dari mencuci pakaian.

Apalagi usaha cuci sepatu ini masih didominasi di kota-kota besar saja sehingga peluang atau target pasar untuk usaha jasa cuci sepatu ini masih sangat besar. Tak terkecuali juga untuk pemilik sepatu mahal yang ingin sepatunya dibersihkan secara eksklusif agar nampak bersih seperti baru. Target pasar atau sasaran konsumen usaha jasa ini mulai dari sepatu biasa hingga premium.

b) Wilayah Pemasaran

Untuk wilayah pemasaran sendiri direncanakan hanya mencakup wilayah Kota Semarang dan sekitarnya atau juga bisa mencakup daerah sekitar yang tercakup layanan antar barang melalui ojek online dan layanan serupa.

c) Konsep Pemasaran

Dalam hal ini kami sudah melakukan riset dan perbandingan dengan pesaing-pesaing lain dalam usaha yang sama, baik dalam hal harga, penyajian yang menarik dan promosi serta delivery untuk kegiatan produksi nantinya. Kami menawarkan dua jenis layanan yakni:

  1. Non Jemput Antar : sepatu diantarkan ke lokasi pencucian dan dijemput sendiri oleh pemilik baik melalui ojek online atau tidak. Pengambilan sepatu setelah mendapatkan pemberitahuan melalui SMS atau Chat. Pembayaran bisa melalui cash atau transfer rekening,
  2. Jemput Antar : sepatu dijemput oleh pihak kami dan diantarkan setelah proses pencucian selesai. Pembayaran bisa melalui cash on delivery atau transfer rekening.

d) Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang kami andalkan adalah periklanan dan promosi sebagai berikut:

  1. Beriklan melalui media sosial baik berbayar maupun melalui postingan
  2. Menjadi sponsor untuk kegiatan kampus
  3. Promosi untuk pelanggan tetap
  • Biaya Yang Dibutuhkan

Alat dan Prasarana Uraian Biaya
Sikat Rp. 50.000 @ 20 buah Rp. 1.000.000
Pengering Rp. 100.000 @ 5 Rp. 500.000
Kantong Rp. 100.000 Rp. 100.000
Dekorasi Rp. 2.500.000 Rp. 2.500.000
Total Rp. 4.100.000
  • Biaya Operasional

Alat dan Prasarana Uraian Biaya
Air Rp. 100.000 per bulan Rp. 100.000
Listrik Rp. 250.000 per bulan Rp. 250.000
BBM Rp. 400.000 per bulan Rp. 400.000
Sewa Tempat Rp. 2.500.000 per bulan Rp. 3.000.000
Biaya Pengembangan Rp. 500.000 per bulan Rp. 500.000
Biaya Perawatan Alat Rp. 500.000 per bulan Rp. 500.000
Sabun Cuci Sepatu Rp. 500.000 Rp. 500.000
Total Rp. 4.250.000
  • Asumsi Keuntungan

Jenis Pencucian Jasa / uraian Laba Kotor per Bulan
Premium Rp. 50.000 x 2 psg sepatu x 30 hari Rp. 3.000.000
Medium Rp. 35.000 x 3 psg sepatu x 30 hari Rp. 3.150.000
Standar Rp. 25.000 x 5 sepatu x 30 hari Rp. 3.750.000
Total Rp. 9.900.000
  • Prediksi Laba Bersih

Bulan ke Laba Kotor Alat dan Prasarana Biaya Operasional Laba Bersih
1 Rp. 9.900.000 Rp. 4.100.000 Rp. 4.250.000 Rp. 1.550.000
2 Rp. 9.900.000 Rp. 4.250.000 Rp. 5.650.000
  • Analisis SWOT

Strength / Kekuatan

Kekuatan utama dari usaha jasa cuci sepatu ini adalah masih minimnya persaingan di pasar, terutama di kota-kota yang belum terlalu besar. Hal itu membuat bisnis ini dapat berkembang apalagi jika didukung dengan promosi yang tepat. Alasan lainnya adalah semakin banyaknya masyarakat yang mengkoleksi sepatu mahal yang butuh perawatan khusus.

Selanjutnya, bisnis ini mudah untuk dikembangkan karena tidak membutuhkan keahlian khusus, hanya dibutuhkan pengembangan keterampilan agar dapat menghasilkan hasil akhir yang memuaskan pelanggan atau konsumen,

Weakness / Kelemahan

Kelemahan dari usaha ini adalah bahan operasionalnya yakni sabun khusus untuk mencuci sepatu masih sangat jarang atau langka di Indonesia. Jikalau adapun, harganya pasti sangat mahal. Oleh karena itulah perlu adanya jalur pemesanan khusus untuk pemesanan sabun pencucian sepatu terutama untuk opsi premium yang diperuntukan bagi sepatu mahal.

Opportunity / Kesempatan

Kesempatan adalah satu kekuatan dari usaha jasa cuci sepatu ini. Pasalnya usaha jasa cuci sepatu masih bertumbuh dan memiliki pasar yang sangat luas. Untuk di kota-kota besar, mungkin kesempatannya kini lebih kecil namun untuk lokasi atau kota-kota tertentu, Opportunity yang dimiliki usaha jasa cuci sepatu ini masih sangat besar.

Tak hanya itu saja, pasar konsumen untuk jasa cuci sepatu ini juga sangat luas tidak terbatas usia maupun jenis kelamin dan juga termasuk jenis sepatu baik itu mahal ataupun murah. Hal ini membuat promosi jasa cuci sepatu lebih mudah.

Threats / Ancaman

Ancaman dari usaha jasa cuci sepatu saat ini masih sangat kecil. Pasalnya belum banyak orang yang melirik bisnis ini. Namun, untuk menghindari persaingan munculnya pesaing baru, perlu ada pengembangan yang menjadi kekuatan baru dari usaha jasa cuci sepatu ini.

Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Usaha Kerajinan Seserahan

Proposal Usaha Kerajinan Seserahan

  • Target Pasar

a) Sasaran Konsumen

Seserahan adalah salah satu poin penting dalam tradisi pernikahan di Indonesia khususnya yang berada di pulau Jawa. Meski tidak selalu harus mewah, namun seserahan ini menjadi simbol penting dalam memulai prosesi pernikahan termasuk pertunangan atau lamaran. Maka dari itulah, peluang usaha kerajinan seserahan ini memiliki target pasar besar di Pulau Jawa.

b) Wilayah Pemasaran

Untuk wilayah pemasaran sendiri, ditargetkan berada di sekitar wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan. Pertimbangannya karena mayoritas masyarakat Kota dan Kabupaten Pekalongan masih mengikuti tradisi dengan membawa seserahan ke calon pengantin atau yang hendak dilamar. Maka dari itulah proposal usaha kerajinan seserahan ini dibuat.

c) Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran dalam usaha kerajinan seserahan ini terdiri dari beberapa paket sesuai dengan isi seserahan yang dibawa. Berikut paket yang ditawarkan:

Paket Platinum            : Rp. 10.000.000 per 10 keranjang

Paket Gold                   : Rp. 7.500.000 per 10 keranjang

Paket Silver                 : Rp. 5.000.000 per 10 keranjang

Paket Basic                  : Rp. 3.500.000 per 10 keranjang

Yang membedakan antara satu paket dan lainnya ada pada harga dari isi seserahan yang diberikan.

d) Strategi Pemasaran

Untuk strategi pemasaran dari usaha kerajinan seserahan ini dengan mengandalkan sosial media dan juga promosi dari mulut ke mulut. Pemanfaatan sosial media bertujuan untuk semakin memperkuat brand dan juga semakin memperluas pasar. Promosi berupa bonus dan potongan harga juga diberikan untuk menambah pelanggan.

  • Biaya Yang Dibutuhkan

Biaya Operasional per Paket

Pengeluaran Uraian Biaya
Keranjang Rp. 25.000 x 10 Rp. 250.000
Hiasan Rp. 30.000 x 10 Rp. 300.000
Tenaga kerja Rp. 250.000 x 4 Rp. 1.000.000
Total Rp. 1.550.000

Biaya operasional tersebut nantinya akan dibebankan pada setiap paket yang kemudian akan menentukan isi dari seserahan tersebut. Isi seserahan tersebut juga dapat ditentukan oleh pemesan sendiri. Keuntungan bersih yang bisa didapat dari setiap paket berkisar antara Rp. 500.000 hingga Rp. 1.500.000.

Analisis SWOT

Strength / Kekuatan

Kekuatan dari peluang usaha kerajinan seserahan ini ada pada kreatifitas pengrajin yang mampu menghasilkan produk atau seserahan dengan gaya yang berbeda dan bersifat kekinian. Kami percaya dengan ciri khas atau keterampilan pengrajin tersebut dapat meningkatkna kepuasan konsumen sehingga usaha kerajinan seserahan ini mampu berkembang kedepannya.

Weakness / Kelemahan

Kelemahan dari peluang usaha kerajinan seserahan ini ada pada musim dimana umumnya masyarakat percaya ada penanggalan yang baik untuk melangsungkan lamaran, pernikahan dan sebagainya. Hal ini membuat pada bulan atau hari-hari tertentu pesanan bisa saja sepi. Namun di sisi lain, pada bulan dan hari baik tertentu pesanan bisa membludak.

Pesanan yang membludak atau bertambah ini nantinya juga akan meningkatkan biaya operasional khususnya pada tenaga kerja, karena faktor lembur untuk mengejar pesanan.

Opportunity/ Kesempatan

Seperti yang dijelaskan diatas, kelemahan dari bisnis kerajinan seserahan ini salah satunya ada pada penanggalan hari baik lamaran atau pernikahan. Namun ini akan memberikan kesempatan untuk promosi atau peluang untuk mendapatkan pesanan lebih banyak dari target pesanan.

Threats / Ancaman

Selanjutnya untuk ancaman atau threats dari peluang usaha kerajinan seserahan ini adalah ada pada pesaing yang juga mungkin akan bermunculan. Pasalnya peluang usaha kerajinan seserahan ini mudah untuk dibangun dengan modal yang tidak terlalu besar. Oleh karena itu perlu adanya pembeda atau ciri khas dari kekuatan usaha ini.

Contoh Proposal Usaha Dagang

Masker Kain Batik

Proposal Usaha Dagang Masker Kain Batik

  • Target Pasar

a) Sasaran Konsumen

Masker menjadi salah satu produk yang banyak dicari di masa sekarang ini atau bahkan hingga beberapa waktu kedepan. Pasalnya penularan penyakit di udara bisa dicegah dengan penggunaan masker baik itu masker sekali pakai ataupun masker kain yang bisa digunakan berkali-kali. Pilihan masker kain inipun dikarenakan lebih hemat karena dapat dicuci.

Sasaran dari penjualan masker kain ini adalah masyarakat sekitar yang tidak terbatas pada usia. Pembagian pasar hanya dibedakan dari corak atau gambar pada masker. Sedangkan untuk harganya sama.

b) Wilayah Pemasaran

Untuk wilayah pemasaran dari usaha dagang masker kain ini adalah wilayah kabupaten dan kota Pekalongan. Pasalnya di wilayah ini sering ditemukan limbah batik yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan masker kain hiasan pada lapisan luarnya. Pemasaran juga dilakukan secara online sehingga dapat memperluas pasar.

Pemasaran online bisa memanfaatkan e commerce yang populer dan juga dipasarkan melalui media sosial untuk pemesanan langsungnya.

c) Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran dari usaha dagang masker kain ini ada dua yakni secara online dan secara offline. Secara offline, produk dititipkan di toko-toko dan juga swalayan di kabupaten dan Kota Pekalongan, sedangkan untuk pemasaran secara online ditawarkan melalui media sosial dan juga e commerce yang populer di Indonesia.

Untuk pemesanan bisa dilakukan secara satuan atau juga lusinan dengan penawaran harga yang lebih murah tentunya.

d) Strategi Pemasaran

Untuk strategi pemasarannya adalah sebagai berikut

  1. Promosi dan penjualan melalui media sosial
  2. Menitipkan produk ke toko atau swalayan di kabupaten dan kota Pekalongan
  3. Penjualan melalui e commerce

Biaya Yang Dibutuhkan

  1. Alat

Alat dan Prasarana Uraian Total
Mesin Jahit Rp. 2.000.000 x 2 Rp. 4.000.000
Gunting Rp. 20.000 x 2 Rp. 40.000
Penggaris (meteran kain) Rp. 25.000 x 2 Rp. 50.000
Spidol Rp 5.000 x 2 Rp. 10.000
Setrika Rp. 200.000 x 1 Rp. 200.000
Jarum pentul Rp. 50.000 Rp. 50.000
Total Rp. 4.350.000
  1. Biaya Operasional

Kebutuhan Uraian Total
Kain Katun Rp. 31.500 per roll x 5 Rp. 157.000
Kain Limbah Rp. 300.000 Rp. 300.000
Benang Rp. 100.000 Rp. 100.000
Tenaga kerja Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000
Biaya perawatan alat Rp. 200.000 Rp. 200.000
Biaya promosi Rp. 300.000 Rp. 300.000
Biaya pengembangan Rp. 300.000 Rp. 300.000
Total Rp. 2.357.000
  1. Prediksi Laba Bersih

Apabila setiap harinya bisa dihasilkan 50 masker kain, maka laba kotor yang diperoleh adalah:

Rp.5.000 x 50 masker x 24 hari = Rp. 6.000.000

Laba Kotor Biaya Operasional Laba Bersih
Rp. 6.000.000 Rp. 2.357.000 Rp. 3.643.000

Analisis SWOT

Strength / Kekuatan

Kekuatan dari usaha dagang masker kain ini ada 4 poin yakni sebagai berikut:

  1. Kebutuhan akan produk masker saat ini masih sangat tinggi. Tak terkecuali produk masker kain karena lebih hemat dan bisa digunakan kembali.
  2. Produk masker kain ini memiliki corak batik khas Kota Pekalongan sehingga selain enak untuk dilihat, masker kain seperti ini juga memiliki nilai kebudayaan untuk lebih mempromosikan Kota Batik
  3. Memiliki bahan dasar yang mudah untuk ditemukan yakni kain batik yang umumnya banyak ditemukan limbah kainnya
  4. Kreatifitas dalam membuat corak atau model masker dengan kain batik bisa dimanfaatkan sebagai salah satu aksesoris untuk pakaian resmi ketimbang corak lainnya

Weakness / Kelemahan

Selain memiliki kekuatan diatas, produk masker kain ini juga memiliki weakness atau kelemahan yang menjadi tantangan kedepannya yakni sebagai berikut :

  1. Memiliki banyak pesaing, dikarenakan kebutuhan pasar yang memang sedang meningkat
  2. Untuk memproduksi masker kain dengan kualitas terbaik membutuhkan kain dengan harga yang lebih tinggi

 Opportunity / Kesempatan

Kesempatan usaha dagang masker kain batik ini masih sangat besar. Pasalnya, kebutuhan masker yang masih sangat tinggi dan terus menerus dibutuhkan hingga waktu yang belum diketahui. Meskipun mungkin akan banyak pesaingnya, namun dengan ciri khas batik Pekalongan, produk ini diharapkan dapat bersaing di pasaran.

Threats / Ancaman

Untuk threats atau ancaman pada usaha dagang masker kain batik diprediksi ada 2 hal yakni:

  1. Pesaing usaha serupa
  2. Apabila bahan baku yakni kain limbah batik menipis jumlahnya

Contoh Proposal Usaha Jasa Laundry

Usaha Laundry

Proposal Usaha Jasa Laundry Kiloan

  • Target Pasar

a) Sasaran konsumen

Sasaran konsumen untuk usaha jasa laundry kiloan adalah masyarakat yang merupakan karyawan atau mahasiswa. Hal ini sesuai dengan survey yang sebelumnya telah dilakukan di Kelurahan Jati Bening yang mayoritas warganya merupakan karyawan atau bekerja di kantor. Selain itu juga karena lokasinya dekat dengan universitas maka ada banyak kos-kosan.

b) Wilayah pemasaran

Untuk wikayah pemasaran jasa laundry kiloan ini ada khususnya untuk kelurahan Jati Bening. Hal ini didukung dengan survey sebelumnya yang menunjukkan jumlah warga yang bekerja kantoran dan juga warga yang merupakan mahasiswa pendatang yang tinggal di kos.

c) Konsep Pemasaran

Untuk konsep pemasaran dari usaha laundry kiloan ini adalah menggunakan pemesanan via chat untuk menginfokan apabila pakaian sudah selesai dicuci sehingga konsumen bisa dengan mudah mengambilnya. Jika tidak, diberikan opsi antar jemput sehingga lebih memudahkan konsumen.

d)  Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang akan digunakan untuk usaha laundry kiloan ini adalah sebagai berikut:

  1. Penempelan pamflet dan poster
  2. Pemberian diskon
  3. Pemberian layanan jemput antar
  4. Pemberian bonus untuk pelanggan
  5. Layanan Chat pengingat

Biaya Yang Dibutuhkan

a) Alat dan Prasarana

Alat dan Prasarana Uraian Total
Mesin Cuci Rp. 2.500.000 Rp. 2.500.000
Timbangan Rp. 100.000 Rp. 100.000
Ember bak cucian Rp. 25.000 x 5 Rp. 125.000
Hanger Rp. 30.000 x 3 Rp. 90.000
Setrika Rp. 170.000 Rp. 170.000
Rak besi Rp. 250.000 Rp. 250.000
Benda Administrasi dan Alat Tulis Rp. 100.000 Rp. 100.000
Peralatan Cuci Lain Rp. 100.000 Rp. 100.000
Biaya Spanduk, Banner dll Rp. 250.000 Rp. 250.000
Total Rp. 3.685.000

c) Biaya operasional

Jenis Pengeluaran Uraian Total
Listrik Rp. 300.000 Rp. 300.000
Air Rp. 200.000 Rp. 200.000
Sabun Cuci Rp. 200.000 Rp. 200.000
Tenaga kerja Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000
Biaya perawatan Rp. 100.000 Rp. 250.000
Biaya pengembangan Rp. 100.000 Rp. 250.000
Total Rp. 2.200.000

c) Prediksi Laba Bersih

Apabila tarif per kilo laundry adalah Rp. 5.000 per kilonya dan kapasitas cuci per hari 30 kilogram, maka perhitungan laba kotornya:

Rp. 5.000 x 30 Kg x 26 hari = Rp. 3.900.000

Laba bersih

Laba Kotor Biaya Operasional Laba Bersih
Rp. 3.900.000 Rp. 2.200.000 Rp. 1.700.000

Analisis SWOT

Strength / Kekuatan

Kekuatan dari usaha laundry kiloan ini ada pada pelayanan yang diberikan mulai dari layanan antar jemput, pemberitahuan atau pemesanan melalui chat hingga promosi diskon dll.

Weakness / Kelemahan

Kelemahan dari usaha laundry kiloan ini adalah karena masih mengandalkan cuaca untuk pengeringan pakaian maka musim sangat berpengaruh pada lama dan singkatnya proses pengeringan pakaian.

Opportunity/ Kesempatan

Kesempatan untuk bisnis usaha laundry kiloan ini masih sangat luas karena komplek yang dijadikan lokasi dan kawasan pemasaran jasa ini didominasi oleh warga yang bekerja kantoran dan juga mahasiswa kos-kosan.

Threats / Ancaman

Ancaman terhadap usaha laundry kiloan ini adalah faktor cuaca dan juga pesaing yang mungkin memiliki wilayah pemasaran dekat yang sama.

Contoh Proposal Usaha Kecil

Usaha Kecil Cilok

Proposal Usaha Kecil Cilok Rasa

Target Pasar

Target pasar dari usaha kecil cilok rasa ini adalah masyarakat Kecamatan Brebes. Jajanan sederhana ini dijual dengan harga murah sehingga dapat menjangkau setiap elemen masyarakat.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang direncakan adalah :

  1. Jualan berkeliling menggunakan kendaraan roda dua
  2. Membuka kios jajanan di lokasi ramai
  3. Pemasaran melalui media sosial

Biaya Yang Dibutuhkan

Alat dan Prasarana

Nama Barang Volume Harga satuan  (Rp) Jumlah (Rp)
Gerobak 1 2.500.000 2.500.000
Terpal 2 (5×3 m) 500.000 1.000.000
Meja Kecil 6 (70x 50 cm) 150.000 900.000
Karpet 2 (4×7 m) 350.000 700.000
Peralatan Dapur 500.000 500.000
Jumlah 5.600.000

Biaya Operasional

Nama Barang Satuan Harga satuan (Rp) Jumlah (Rp)
Tepung Tapioka 1Kg 20.000 20.000
Tepung Terigu 1Kg 15.000 15.000
Kaldu Sapi 10 Saset 5.000 5.000
Kaldu Ayam 10 Saset 5.000 5.000
Ebi 0,5 kg 25.000 25.000
Bawang Putih 100 gr 5.000 5.000
Bawang Merah 150 gr 7.000 7.000
Garam 1 Saset 2.000 2.000
Daging Sapi 0,5 kg 35.000 35.000
Daging Ayam 1 kg 25.000 25.000
Kacang tanah 1 kg 15.000 15.000
Cabai Merah 100 gr 3.000 3.000
Cabai Rawit 100 gr 1.000 1.000
Gula 0,5 kg 8.000 8.000
Kelapa 1 Buah 1.500 1.500
Total Rp. 175.500 / 120 porsi
Biaya operasional 30 hari Rp. 175.000 x 30 = Rp. 5.250.000 Rp. 5.250.000
Gaji Karyawan Rp. 1.500.000 x 2 = Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000
Total Rp. 8.250.000

Analisis Laba Bersih

Setiap porsinya, cilok rasa dijual dengan harga Rp. 3.000 maka untuk laba kotornya:

Rp. 3.000 x 120 porsi x 30 hari = Rp. 10.800.000

Laba bersih

Laba Kotor Biaya Operasional Laba Bersih
Rp. 10.800.000 Rp. 8.250.000 Rp. 2.550.000

Analisis SWOT

Strength / Kekuatan

Kekuatan dari usaha kecil cilok rasa ini ada tiga yakni yang pertama sebagai jajanan dengan harga yang murah, masih jarang adanya pesaing dan yang terakhir adalah pembelian yang bisa dilakukan melalui pemesanan via online.

Weakness / Kelemahan

Kelemahan dari usaha kecil cilok rasa ini adalah pembukaan kios perlu berada di tempat yang ramai yang mana dalam hal ini membutuhkan biaya tambahan untuk perijinan dan mungkin sewa lokasi. Yang kedua adalah karena merupakan produk makanan, cilok rasa masih belum dapat melayani pemesanan dari luar kota.

Opportunity / Kesempatan

Kesempatan usaha kecil cilok rasa ini masih sangat besar mengingat jajanan murah umumnya dijajakan keliling saja, namun untuk cilok rasa ini ditawarkan juga melalui pemesanan online dalam kota.

Threats / ancaman

Ancaman dari usaha kecil cilok rasa ini ada dua yakni yang pertama adalah produk harus diganti setiap hari karena basi dan yang kedua adalah kemungkinan munculnya pesaing serupa.

Contoh Proposal Usaha Minuman Kopi

Usaha Kafe Kopi

Proposal Usaha Kafe Kopi Sederhana

Target Pasar

Target pasar dari usaha kafe kopi sederhana ini adalah warga dan pengunjung di dekat Kawasan Wisata Embung Jatibarang Semarang. Lokasi Kafe berada di dekat pintu masuk kawasan Wisata sehingga mudah terlihat pengunjung.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang hendak dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pemasangan Baliho
  2. Penempelan flyer dalam lokasi Embung
  3. Pemberian potongan harga
  4. Promosi di media sosial

Biaya Yang Dibutuhkan

Alat dan Prasarana

Alat dan Prasarana Uraian Total
Peralatan Gelas dan Makanan Rp. 2.000.000 Rp. 2.000.000
Baliho dan dekorasi Rp. 2.500.000 Rp. 2.500.000
Total Rp. 4.500.000

Biaya operasional

Pengeluaran Uraian Total
Listrik Rp. 300.000 Rp. 300.000
Air Rp. 200.000 Rp. 200.000
Biaya Sewa Lokasi Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000
Bahan baku kopi dan makanan Rp. 1.500.000 Rp. 1.500.000
Gaji Karyawan Rp. 1.500.000 Rp. 1.500.000
Total Rp. 4.500.000

Analisis Laba Bersih

Target pendapatan dari penjualan kopi dan makanan per hari Rp. 200.000. Dengan demikian laba kotor per bulannya adalah :

Rp. 250.000 x 26 = Rp. 6.500.000

Laba kotor Biaya operasional Laba bersih
Rp. 6.500.000 Rp. 4.500.000 Rp. 2.000.000

Analisis SWOT

Strength / Kekuatan

Pemilihan letak lokasi usaha kafe kopi sederhana ini berada di dekat wisata Embung Jatibarang, Semarang, sehingga dapat diprediksi akan ada banyak pengunjung yang singgah. Dekorasi ruang yang menarik juga menjadi salah satu kelebihan dari kafe kopi sederhana ini.

Weakness / Kelemahan

Kelemahan dari usaha kafe kopi sederhana ini adalah sebagian besar masih bergantung pada kunjungan pengunjung ke lokasi wisata Embung Jatibarang sehingga apabila wisata sedang sepi pengunjung maka akan berdampak pada jumlah kunjungan.

Opportunity/ Kesempatan

Kesempatan yang dimiliki usaha kafe kopi sederhana ini masih sangat besar karena minimnya pesaing di lokasi sekitar. Akan tetapi perlu pengembangan agar nantinya dapat bersaing apabila muncul pesaing di lokasi sekitar anda.

Threats / Ancaman

Ancaman pada usaha kafe kopi sederhana ini adalah kunjungan ke lokasi wisata terutama saat musim penghujan. Apabila musim buruk dan pengunjung ke lokasi wisata turun, maka akan berdampak pada jumlah pengunjung.

Contoh Proposal Usaha Makanan

Makanan Sarapan Pagi

Proposal Usaha Makanan Sarapan Pagi

Target Pasar

Target pasar yang hendak dijangkau adalah masyarakat komplek Bangun Asri Indah dan Kompleks Perkantoran di Sekitarnya.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang hendak digunakan ada 3 yakni sebagai berikut:

  1. Memasang baliho dan berjualan di depan rumah
  2. Memerima pesanan untuk diantar setiap paginya ke rumah dan juga ke perkantoran yang dipromosikan melalui media sosial
  3. Dari mulut ke mulut

Biaya Yang Dibutuhkan

Modal Awal / Alat dan Prasarana

Nama Barang Harga (Rp) Jml
Etalase Makanan Rp1.000.000 1 Pcs
Kompor Rp250.000 1 Pcs
Tabung Gas 3 kg Rp170.000 1 Pcs
Wajan Rp300.000 1 Pcs
Spatula Rp50.000 1 Pcs
Pisau Rp82.000 2 Pcs
Top Les Rp100.000 6 Pcs
Lap Tangan Rp30.000 3 Pcs
Kotak Sampah Rp30.000 2 Pcs
Bola Lampu Rp100.000 3 Pcs
Kabel Rp150.000 3m
Saklar lampu Rp40.000 1 Pcs
Merek Usaha/banner Rp100.000 2m
Total Rp. 2.402.000

 Biaya Operasional

Nama Barang Harga (Rp) Jumlah
Beras Rp12.000 1 Kg
Kunyit Rp12.000 1 Kg
Gula merah Rp20.000 1 Kg
Telur Rp45.000 1 rak
Garam Rp2.000 1 bks
Gula Rp13.000 1 Kg
Penyedap Rp 2.000 1 bks
Kecap Rp10.000 1 botol
Saos tomat Rp 10.000 1 Botol
Minyak Goreng Rp 15.000 1 Liter
Sayur Rp 5.000 1 ikat
Tomat Rp 7.000 1 kg
Lombok Rp 12.000 1 kg
Ayam Rp 40.000 1 ekor
Ikan Rp 250.000 1 keranjang
Bahan bakar Rp. 150.000
Total Rp. 505.000 per 1 minggu x 4 = Rp. 2.020.000

Analisis Laba Bersih

Untuk daftar harganya adalah sebagai berikut

Menu Harga (Rp)
Nasi kuning ayam Rp. 18.000
Nasi kuning ayam + ikan Rp. 20.000
Nasi kuning ayam + telur Rp. 20.000
Nasi kuning ikan Rp. 12.000
Nasi kuning telur Rp 12.000
Nasi kuning ikan + telur Rp. 14.000

Dengan target penjualan Rp. 150.000 setiap harinya, maka laba kotor nya adalah:

Rp. 200.000 x 24 hari = Rp. 4.800.000

Laba kotor Biaya operasional Laba bersih
Rp. 4.800.000 Rp. 2.020.000 Rp. 2.780.000

Analisis SWOT

Strength / Kekuatan

Kekuatan dari usaha makanan sarapan pagi ini adalah pada layanan pemesanan yang bisa dilakukan melalui chat dan yang kedua adalah layanan pesan antar dengan tambahan biaya Rp. 2.000 saja.

Weakness / Kelemahan

Kelemahan dari usaha makanan sarapan pagi ini adalah di hari libur, jumlah pesanan mungkin akan menurun.

Opportunity/ Kesempatan

Kesempatan yang dimiliki usaha makanan sarapan pagi ini masih sangat besar karena memberikan layanan pemesanan melalui chat dan juga makanan yang bisa diantar sehingga mempermudah konsumen menjangkau produk anda.

Threats / Ancaman

Ancaman yang ada pada usaha makanan sarapan pagi ini adalah :

  1. Makanan yang dibuat hanya bertahan 1 hari
  2. Pemesanan palsu melalui chat
  3. Jarak yang ditempuh beragam

Demikianlah beberapa contoh proposal usaha yang bisa anda gunakan untuk referensi pembuatan proposal usaha anda. Contoh proposal di atas bisa anda kembangkan untuk berbagai jenis usaha, misalnya : bisnis properti, usaha jasa, dagang, restoran, cafe, agrobisnis, investasi, ternak, pertanian, usaha perkebunan dan lain sebagainya, dengan menyesuaikan tujuan proposal anda. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :